Nama : Mayjen TNI (Purn)Prof.Dr.Moestopo Opdent –Prosth-Pedo/DHE Bio, Panc SPN.
Tempat tanggal Lahir : Ngadiluwih/Kediri, 13 Juni 1913
Agama : Islam
Tempat/tanggal wafat : Bandung, 29 September 1986, dimakamkan pada tanggal 30 September 1986 di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung.
Pendidikan: Lulus dari Stovit (SchoolTot Opleiding Voor Indische Tand-arts/Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi) tahun 1937 di Surabaya.
Pekerjaan:
1.Tahun 1937-1941 :
Asisten Dosen Ortodonsiadan Konservasi Gigi Stovit Surabaya
2. Tahun 1941 :
a. Wakil Dekan Stovit Surabaya
b. Kepala Bagian Klinik Gigi CBZ (Rumah Sakit Umum) Surabaya.
3. Tahun 1942 :
a. Wakil Dekan Ika Daigagu Sikabu (Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi Surabaya pada masa penjajahan Jepang)
b. Asisten Dosen Bagian Bedah Mulut Rumah Sakit Tentara Jepang di Surabaya.
c. Mengikuti Latihan Kemilitiran Cudanco di Bogor yang tergabung dalam latihan PETA (Pembela Tanah Air)
4. Tahun1943-1944
Bertugas sebagai Cudanco Buduran Sidoardjo.
5. Tahun 1944-17 Agustus 1945.
Daidanco (Komandan Batalyon) berkedudukan di Gresik.
6. Tanggal, 18 Agustus -18 November 1945.
Berpangkat Jenderal penuh dengan tugas sebagai berikut :
a. Kepala BKR (Badan Keamanan Rakyat)Karesidenan Surabaya.
b. Penanggungjawab Revolusi Jawa Timurdan menjabat sebagai Menteri Pertahanan Ad. Interim Republik Indonesia.
7. November 1945-1946.
a. Penasehat Agung Militer Presiden Republik Indonesia
b. Penasehat Jenderal Sudirman, Panglima Tinggi Angkatan Darat.
c. Berpangkat Jenderal Mayor pada Kementrian Pertahanan Republik Indonesia.
d. Menjabat Komandan Resimen Siliwangi bandung Utara.
8. Tahun 1947.
a. Komandan Resimen Kratibo berkedudukan di Subang
b. Wakil Komandan Divisi Siliwangi Utara berkedudukan di Subang dan Bandung Utara.
c. Komandan Brigade Jakarta Raya dan Purwakarta.
d. Menjabat Panglima Pasukan Penggempur (Stoot Divisi) merangkap Panglima Teritorial Jawa Timur dan Komandan Markas Besar Pertempuran (MBP) Jawa Timur.
9. Tahun 1948
Berpangkat Kolonel (akibat rasionalisasi dengan jabatan Panglima Kesatuan Reserve Umum.
10.Tahun 1949
a. Inspektur Infantri MBKD (Markas Besar Komando Djawa)
b. Kepala Staf Special Duty MBKD di dalam Perang Gerilya clash II.
c. Komandan Kesehatan AD/MBKD.
d. Wakil Panglima MBKD.
11. Tahun 1951
Kepala Kesehatan Gigi Angkatan Darat Merangkap sebagai Kepala Bagian Bedah Rahang RSPAD Jakarta.
12. Tahun 1957
Berpangkat Brigadir Jenderal/Wakil Ketua Front Pembebasan Irian Barat dan merangkat sebagai Deputi Special Duty (Tugas Khusus) MBAD (Markas Besar Angkatan Darat)
13. Tahun 1957 – 1958
Pembantu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
14. Tahun 1961
Berpangkat sebagai Mayor Jenderal dengan jabatan :
a. Penasehat Menteri P T I P
b. Pembantu Menteri P T I P (Perguruan tinggi dan Ilmu Pengetahuan, sekarang Ditjen Pendidikan Tinggi Depdikbud).
15. Tahun 1961 – 1968
Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam – Universitas Pajajaran Bandung.
16. Tahun 1961 – 1977
Guru Besar di Universitas Pajajaran Bandung, Universitas Indonesia Jakarta, Universitas Pasundan Bandung dan beberapa akademi di Bandung.
17. Lain-lain.
a. Pembantu Menteri P&K Letjen. Dr. Sjarief Thayeb.
b. Pembantu Khusus Dirjen Pendidikan Tinggi M. Mashuri S.H.
c. Pendiri dan Ketua Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo dan Lembaga-Lembaga Pengabdian Ys. UPDM kepada Pemerintah RI di Jakarta.
d. Pendiri dan Ketua Yayasan Pendidikan Prof. Dr. Moestopo di Bandung yang mengelola : Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Tehnik Gigi Menengah Atas, Akademi Perawat Gigi, Balai Kesehatan Gigi/Teknik Gigi, Balai UKGS.
e. Guru Besar Tamu pada Osaka Dental University Jepang dan anggota kehormatan Japanese Association of Oral surgery.\
f. Guru Besar Sejarah Perjuangan Nasional dan Guru Besar Biologi Tepat Guna.
g. Research Certificate dari OTCA (Colombo Plan)
h. Pendiri Union of Oral Surgery of South West Pacific dengan anggota Australia, Jepang, Vietnam-Selatan dan Indonesia.
i. Sebagai Ketua Tim Konsultasi Penganut Agama-Agama seluruh Indonesia dengan kegiatan utamanya mengadakan misi kunjungan keagamaan ke daerah-daerah dan turut mendirikan pesantren di Jember, Singo Sari Malang, Kauman Kediri, Yogyakarta, Purwokerto, Garut, Sukabumi dan Klender di Jakarta.
j. Pendiri dan Ketua Pusat Perdamaian Dunia yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mempunyai cabang di 29 negara, meliputi penganut agama Islam, Kristen Katholik dan Protestan, Budha, Hindu dan Konfusius, advent dll. Didirikan pada Tahun 1964 dan belakangan anggotanya berkembang menjadi 57 negara.
k. Pelindung dan Perintis Korp Wanita Berjuang dari Pejuang Wanita di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
l. Bapak Ilmu Komunikasi / Publisistik, Ilmu Kedokteran Gigi Indonesia dan Pemimpin Reklasering.
m. Kegiatan lain yang dilakukan oleh beliau ialah memberikan himabauan kepada Negara-negara yang bertikai atau berperang, seperti misalnya;
1). Turut serta menghimbau suksesnya perdamaian Camp David.
2). Turut serta menghimbau suksesnya perjanjian SALT II antara Amerika Serikat dan Rusia.
3). Menghimbau untuk menyatukan Negara-negara Islam di Pertemuan Rabat-Maroko yang dipimpin oleh Raja Hassan.
4). Mengimbau kepada Iran dan Irak untuk menghentikan perangnya.

KARIER & KARYA PROF. DR. MOESTOPO
1. Di Bidang Pendidikan:
a. Ikut mendirikan “War Correspondence School”
b. b. Ikut mendirikan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Trisakti, USU, Fakultas Publisistik (kini Fakultas Ilmu Komunikasi) dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjajaran.
c. Mendirikan Universitas Prof. dr. Moestopo (Beragama).
d. Turut membina Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga yang dulunya Stovit (Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi).
e. Pendiri Post Graduate Study Ilmu Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta tahun 1972. Turut mendirikan dan memimpin Pendidikan Lanjutan Oral Surgery Fakultas Kedoteran Gigi Universitas Padjajaran.
f. Pendiri dan Pembina Persatuan Dokter Gigi Indonesia.
g. Mendirikan Akademi Perawat Gigi, Akademi Pertanian, Sekolah Tehnik Gigi Menengah, Kursus Chair Side Assistant/Teknik Gigi/Dental Higienis Ys. UPDM.
2. Di Bidang Kemiliteran.
a. Cudanco tahun 1942
b. Daidanco tahun 1942
c. Turt mendirikan BKR
d. Penaggungjawab Revolusi Jawa Timur
e. Pemimpin Besar Revolusi Jawa Timur /Panglima Teritorial Jawa Timur /Menteri Pertahanan Ad-interin.
f. Penasehat Agung Militer Presiden R.I., 30 September 1945.
g. Penasehat Panglima Besar Jenderal Sudirman.
h. Pemimpin Pertempuran Bandung Utara.
i. Ahli Perang Gerilya.
j. Panglima Divisi Siliwangi.
k. Wakil Komandan Divisi Markas Besar Komando Jawa.
l. Staf Spesial Duty dan Deputi KASAD.
m. Wakil Ketua Front Pembebasan Irian Barat.
n. Turut menyusun organisasi berdirinya militer modern TNI Angkatan Darat.
o. Anggota Badan Pendiri Yayasan Pembela Tanah Air (PETA) 3 April 1982.
3. Di Bidang Pemerintahan.
a. Menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS)
b. Ketua DHN Angkatan 45 bidang Pendidikan, Kebudayaan, Agamadan Kesehatan.
c. Pembantu Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan
d. Turut menyusun Undang-undang No. 22 Tahun 1962 tentang Pendidikan Tinggi di Indonesia.
4. Di Bidang Sosial
Reklasering merupakan kegiatan merehabilitasi mental,mendidik dan memberikan ketrampilan kepada bekas narapidana, copet,pelacur dan penjahat lainnya. Melalui usaha reklasering ini mereka dibina, diarahkan dan diubah mental serta kepribadiannya sehingga berguna bagi kehidupan dirinya, keluarga, masyarakat, bahkan bagi negara. Usaha reklasering yang dilakukan oleh Prof.Dr.Moestopo, dimulai pada waktu menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan copet-copet, penjahat dan pelacur dibebaskan dari rumah tahanan, kemudian dibentuklah pasukan barisan Terate yang diberi tugas untuk menggempur Belanda, baik secara perang terbuka, gerilya maupun mencuri dokumen-dokumen Belanda. Setelah pengakuan kedaulatan untuk tetap membina barisan Terate, Prof.Dr.Moestopo mendirikan Akademi Reklasering di Yogyakarta dan dari 450 copet , telah berhasil menyelesaikan pendidikanya sebanyak 150 orang yang bekerja di Departemen Kehakiman, Departemen Sosial dan banyak yang telah menjadi perwira TNI. Dari pelacur-pelacur yang dibina oleh Prof.Dr.Moestopo akhirnya telah banyak yang sadar dan menunaikan ibadah haji. Setelah proklamasi kemerdekaan Prof.Dr.Moestopo tetap aktif dalam berbagai usaha kesejahteraan social terutama dibidang kesehatan. Usaha tersebut antara lain memberikan pelayanan kesehatan gigi bagi anggota dan keluarga pejuang yang dipusatkan di Gedung Juang Angkatan, 45, Jl. Menteng Raya Jakarta, serta beliau juga sebagai salah satu pendiri dari Yayasan Rumah Sakit Jakarta pada tahun 1953.
BINTANG-BINTANG TANDA PENGHARGAAN YANG DITERIMA OLEH PROF.DR. MOESTOPO.
I. Dari Pemerintah Republik Indonesia.
a. Sebagai Pahlawan Nasional
b. Bintang Maha Putra Utama Republik Indonesia.
c. Bintang Gerilya
d. Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia.
e. Satya Lencana Kemerdekaan 1945 Republik Indonesia
f. Satya Lencana Prajurit Setia VII.
g. Satya Lencana Sapta Marga.
h. Satya Lencana Perang Kemerdekaan I.
i. Satya Lencana Perang Kemerdekaan II.
j. Satya Lencana Gerakan Operasi Militer (GOM) I.
k. Satya Lencana Gerakan Operasi Militer (GOM) II.
l. Satya Lencana Gerakan Operasi Militer (GOM) III
m. Satya Lencana Gerakan Operasi Militer (GOM) IV.
n. Satya Lencana Dwidja Sistha dari Menhankam RI.
o. Satya Lencana Satya dari UNPAD.
p. Bintang Karya Bhakti dari UPDM(B)
q. Satya Lencana Badan Keamanan Rakyat.
II. Dari Luar Negeri.
a. Dari Pemerintah Yugoslavia : Yogoslavenska Narodna Armija (Non Blok)
b. Dari Pemerintah Jerman Barat : Um Internationale Fur Verdienste Partnershaft (Liberal).
c. Masyarakat Internasional : Lion International (dalam bidang sosial).

Setelah Prof.Dr.Moestopo meninggal dunia tanggal, 29 september 1986 maka jabatan Ketua Yayasan UPDM Ke. II dilanjutkan oleh putra sulungnya yaitu drg. JM. Joesoef Moestopo, BSc.